suatu saat penantian akan kita temui


Pertemuan kita dilampau hari, menitikkan rasa yang mematri. Bersama kita lalui jalan hidup ini, menembus alam mimpi, menggantungkan asa dilangit hati. Merindu ridho ILAHI. Walau tanpa kata mewakili rasa, tanpa ungkapan menyanjung dan memuja. Tapi terasa didalam jiwa. Tak terlukiskan rasa yang hampir mencerabut separuh sukma, walau ribuan kata mencoba menguraikan, tak akan mampu menyamai keadaannya.

Kadang rasa bosan menghinggapi ruang penantian ini. Tapi, kiranya sabar jadi pengobat yang tak terbeli. Karena telah terfirmankan dalam kalam Tuhan, bahwa: “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu.” Bilakah telah teraplikasi bentuk pertolongan ini, kian indahlah menunggu termaknai dari segala sisi.

Percayakan segala pada suratanTuhan yang termakhtub dalam kitab induk yang telah ditentukan. Supaya tak jemu dalam penantian, tak bosan walau dijirus sang zaman. Tiada ucap menggetarkan jiwa, karena bila begitu kita tak adil adanya. Belumlah tiba masanya tuk menguak segala yang ada. Rasa itu tidak akan pudar walau disimpan dalam laci penantian, yang terbungkus dengan kain kesucian. Karena kejernihan rasa kebeningan jiwa itulah yang lebih kudamba. Bukan kebahagiaan sesaat yang memekarkan bunga taman kemudian layu bersama berjalannya sang waktu.

Tak kuharapkan lantunan syair mendayu melagukan rindu. Karena semua itu hanya membuat hati biru. Dan semakin mudah dimasuki penyakit yang meranjau. Bukankah kau juga aku menginginkan putihnya hati dalam menjalani kehidupan yang fana’ ini? Hingga nanti dihari yang telah Dikehendaki tuk kita merajut benang kasih dalam ikatan suci lagi menyucikan.

Bila rasa tak akan pudar tanpa kata, akankah kita memilih yang ditebar dan kemudian kian tersamar hingga menjadi benar-benar hilang adanya? Tidak! Sungguh aku tak kan rela. Karena yang ditebar itu adalah luapan nafsu semata, kesenangan yang tak seimbang dengan resiko yang ada. Jagalah rasa itu untuk mendiami almari dalam ruangan penantianmu, kunci rapat jangan kau buka barang sebentar.

Ya Allah Kekasih hamba,,, Kumohonkan kesucian itu menghiasi rasa ini, supaya tiada ternodai nafsu keji. Agar tetap terjaga hingga saat yang telah KAU tentukan tiba. Dengan mengharap tatapan cinta, dan keridhoan-MU Pencipta…

Pos ini dipublikasikan di si cengeng. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s